Monday, July 9, 2012

Kenangan Liburan 2011


Senin, 9 Juli 2012

Hari ini aku masih menikmati liburan, seperti biasanya aku hanya berbaring di rumah saja dan disusul acara untuk pergi ke Jogja. Ya sebenarnya dadakan untuk menukarkan sepatu dan menukar voucher namun tak apa lah. Sepulang dari jogja aku pun diajak untuk berenang, lumayan lelah namun menyenangkan.

Ketika pulang dari berenang aku bergoncengan dengan sepupuku. Seperti biasa kami ngobrol obrolan remaja selayaknya. Dan ketika satu kalimat terlontar aku tersentak hening. “besok besok kamu ada acara nggak? Biasanya pergi terus?”. Aku terdiam sejenak dan kemudian aku menjawab pertanyaan itu. Yang membuatku sedikit terkejut adalah karena kalimat itu mengingatkanku pada kenangan tahun lalu dan membuatku merasa bahwa liburanku kali ini sangat berbeda dan aku rindu tahun lalu.

Tepat satu tahun yang lalu…

Aku mulai mengenal dekat sosoknya…

Tepat satu minggu terakhir liburan sebelum masuk sekolah. Aku menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku dan 1 orang kakak kelasku dan dia adalah orang yang sama yang membuat aku jatuh cinta terlalu cepat. Kami menghabiskan seminggu terakhir sebelum masuk sekolah itu dengan bermain di sekolah. Selama seminggu kami berbagi cerita, canda, dan apapun. Entah mengapa hal itu sangat menarik.

Dan suatu ketika sahabatku mengajakku bermain di sekolah, mungkin itu adalah hari Rabu. Namun ketika itu kami tidak mengajak kakak kelas itu. Dan ternyata yang aku rasakan adalah “hampa”. Entah mengapa terasa lumayan sepi jika tidak ada dia. Ketika itu aku tidak begitu menghiraukan perasaan “hampa” itu karena memang aku bukan orang yang mudah menanggapi hal seperti itu.

Menurutku bercerita dengan sahabat dan dia sangat menyebalkan karena selalu aku yang menjadi sasaran namun itu yang aku rindukan. Dan dia adalah pemanis saat itu. Baru aku sadari sekarang bahwa dia adalah pemanis. Pembuat lelucon yang selalu aku yang kena, menyebalkan namun menarik dan berkesan.

Mungkin masa itu tidak akan terulang lagi. Kini dia telah lulus dan melajutkan SMA. Mungkin memang sekolah kami tidak begitu jauh namun tetap saja. Dia pasti akan mempunyai dunianya sendiri. Dia akan menemukan seseorang yang mungkin spesial. Dan kini aku tidak banyak berharap.

Dan hingga saat ini aku masih jadi secret admirer baginya. Memang sulit selama 1 tahun aku merasakan berbagai rasa manis, masam, pahit jatuh cinta padanya namun kini aku mulai terbiasa. Kadang ketika aku teringat tentang kakak kelasku itu aku hanya dapat tersenyum dan merintih dalam hati “aku merindukanmu dan saat bersamamu itu”. Namun kadang aku merasakan sakit dalam hati namun kini aku hanya tersenyum akan semua itu.

Mungkin aku memang terlalu muda untuk merasakan perasaan itu dan mungkin banyak yang mengatakan ini cinta monyet, aku hanya tersenyum karena mungkin itu benar namun aku tidak tahu bahwa selama ini aku harus merasakan itu. Aku beruntung mengenalnya walau aku tahu ini tak lama, hanya sesaat aku merasakan semua ini namun aku beruntung…



No comments:

Post a Comment