Saturday, June 30, 2012

Perasaan yang Tak Disadari

Aku sebagai wanita terkadang tidak begitu mengerti tentang wanita. Aku mungkin terlalu labil jika disebut wanita. Namun kelabilanku memberikan beberapa nasihat yang tersirat akan semua tingkah lakuku. Dan nasihat yang tersirat itu adalah salah satu faktor yang bisa membuatku jauh berpikiran lebih dewasa dan lebih hati-hati lagi. Tanpa disadari sebenarnya wanita itu perasaannya sangat sensitif apalagi remaja yang masih dalam pencarian jati diri, sebagai remaja pun aku menyadari dan merasakan hal itu. Menurut pengalamanku yang kemarin aku bisa menyimpulkan bahwa “wanita mudah sekali tersentuh perasaannya oleh seorang lelaki yang sopan dan bisa menghargainya sebagai wanita”. Mungkin tidak semua wanita seperti itu namun tanpa disadari hal itu sering terjadi di kehidupan remaja zaman sekarang dan mungkin itu salah satu faktor mengapa remaja zaman sekarang sering berganti pacar bahkan itu sudah menjadi hal yang wajar, maka berhati-hatilah jika kalian adalah perempuan. Mungkin “sentuhan” yang tepat mengenai hati wanita akan membuat wanita itu tertarik. Namun pahamilah rasa tertatik itu hanya sementara atau bukan. Sering kali rasa tertarik itu timbul hanya sesaat dan kemudian hilang dan berubah menjadi rasa yang biasa saja.

Aku ingin berbagi pengalaman yang mungkin mencerminkan perasaan wanita yang sebenarnya mudah tersentuh.
“Kejadian ini terjadi ketika hari kedua aku mengikuti kemah. Kegiatan ini sebenarnya  dilaksanakan selama 3 hari 2 malam. Disana aku pun menjadi panitia pelaksanaan kegiatan tersebut. Aku dan teman-temanku menyiapkan kegiatan itu dibantu dengan guru pendamping kami. Banyak acara yang kami buat supaya jadwal bisa padat. Namun kepadatan jadwal itu membuat aku kerepotan dan akhirnya aku sering bekerja dan sedikit istirahat. Ya mungkin yang aku kerjakan bisa terbilang wajar hanya menyapu, menyuci piring, dan masak namun hal ini dikerjakan terus-menerus sehingga aku lelah.
Di hari pertama kemah, aku masak dibantu dengan teman-temanku dan guru pendamping. Aku dan teman-temanku juga merapikan barang bawaan kami. Dan di sore itu pun kegiatan sudah dimulai. Banyak lomba yang harus diikuti oleh para peserta. Namun kegiatan masak ini pun bisa dibilang memakan waktu yang cukup lama. Selama kegiatan lomba untuk para peserta, aku dan teman-temanku masih harus memasak karena memang yang dimasak cukup banyak. Dan hingga tiba waktunya ishoma, masak pun selesai dan sekarang waktunya panitia dan guru untuk berishoma. Setelah makan, setiap anggota panitia harus mencuci piringnya sendiri. Namun tetap saja aku mencuci alat yang digunakan untuk masak tadi dibantu beberapa temanku.

Malamnya setelah selesai makan dan mencuci, kami mengadakan pentas seni bagi panitia pelaksana. Kegiatan yang ini tidak memakan waktu yang lama karena memang perbandingan panitia dengan pesertanya adalah 1:3. Dan setelah acara ini kami mengadakan renungan bagi peserta. Tujuan renungan ini untuk membuat peserta merenungkan kesalahannya dan memberi nasihat untuk menjadi yang lebih baik. Dan ketika kegiatan ini banyak peserta yang jatuh sakit karena memang renungan ini diadakan saat tengah malam ketika suhu udara sangat rendah. Mungkin sekitar 7 anak yang kami bawa ke tenda sekretariat karena sakit. Ada beberapa yang sakit lumayan parah karena memang mempunyai penyakit tersendiri.

Aku pun berlari ke tenda sekretariat untuk membantu temanku mengobati dan menjaga para peserta yang jatuh sakit. Ketika itu keadaanku juga cukup mengantuk, namun aku harus tetap menjaga peserta yang sakit itu. Aku mengolesi minyak angin ke salah satu peserta yang sakit dan aku ikut menjaganya hingga renungan selesai.

Dan ketika renungan selesai, temanku datang menghampiri. Temanku laki-laki. Temanku sangat dekat dengan peserta yang sedang aku jaga yang kebetulan juga laki-laki. Temanku itu pun ikut menjaga peserta itu. Entah mengapa ketika aku melihat itu rasanya aku deg-degan namun aku menghiraukan. Dan aku pun semakin mengantuk, aku mengeluarkan keluhku “ngantuk”. Hanya satu kata yang terucap namun kudapat respon yang tak terbayangkan. Temanku itu memberikan tasnya dan berkata “tidur, pake tas ini aja”. Sejenak aku terdiam karena kaget, rasa deg-degan itu kembali muncul. Dan aku menjawab “itu tas siapa?” dan dia menjawab singkat “punyaku” dan seketika tatapan mata bertemu sebentar dan aku jantungku tersentak lagi. Aku berpikir “temanku satu ini sungguh membuatku aneh”. Dan kemudian aku pun tiduran di tasnya, namun tidak lama aku terbangun lagi karena aku sungkan dengannya karena ia juga mengantuk. Dan kemudian ada temanku laki-laki datang. Ia tidur di tas milik temanku tadi. Aku hanya melihat temanku yang tidur itu, dan tanpa sadar aku berkata “ngantuk” dan kemudian temanku (si pemilik tas) menyuruh temanku untuk pindah tidur dan menyuruhku tidur di tasnya lagi. Seketika aku terdiam dan kaget. Aku menatap temanku itu dengan tatapan penuh tanda tanya dan hanya dibalas dengan tatapan datar dan sayu. Kemudian akhirnya aku tiduran lagi, aku menghadapakan badanku ke arah temanku itu karena aku ingin tau apa yang dia lakukan. Namun tatapanku tidak tepat di dirinya, tatapanku hanyalah tatapan melamun ke arah yang tak tentu. Dan tiba-tiba ia berkata “cepatlah tidur” sambil tersenyum sedikit. Dan seketika jantungku terpacu lebih cepat dan rasanya aneh. Aku membalikkan badan membelakangi dia dan kemudian tidur dengan perasaan yang deg-degan dan aneh itu.”

Dari pengalaman itu aku menyadari bahwa sebenarnya perasaan wanita itu mudah tersentuh. Laki-laki yang mempunyai watak seperti itu bisa membius banyak wanita. Watak yang misterius dan banyak kejutan. Namun perlu disadari bahwa kita harus bisa menjaga perasaan. Dan aku tau bahwa perasaan yang saat itu hanya sesaat dan aku tidak menanggapi perasaan itu. Pahamilah dirimu sendiri sebelum kamu berusaha memahami orang lain.