Saturday, July 28, 2012

Akhir yang Menyebalkan

Semua orang pasti bermimipi. Dan mimpi setiap orang pasti berbeda. Dan terkadang kita sedang berpetualang dalam dunia imajinasi mimpi yang sangat seru dan menegangkan seakan kita ada di dalam sebuah film fantasi yang membuat kita berdebar. Namun kadang kita terbangun oleh suatu hal dan kemudian mencoba tidur lagi berharap mimpi itu bersambung namun yang lebih banyak kita temui adalah kita akan mengalami mimpi yang berbeda atau bahkan kita tidak bermimpi.

Memang hal itu sangat menyebalkan dan akupun sering mengalami hal serupa. Dunia fantasi yang sedang aku lakukan di mimpi bisa buyar hanya karena alarm HP yang berbunyi. Namun memang aku harus menyadari bahwa rata-rata mimpi itu hanya bertahan beberapa detik atau menit dan itu yang menyebabkan  mimpi kita menjadi "tergantung" atau selalu beakhir dengan tanda tanya karena mimp hanya halusinasi pikiran kita ketika tidur.

Terkadang aku ingin mimpiku bisa bersambung agar aku dapat mengetahui lanjuan cerita dalam mimpiku itu. Namun hingga kini aku belum tahu apakah itu bisa. Terkadang aku merasa penasaran akan hal itu namun aku sering lupa dengan rasa penasaranku itu sendiri san sampai sekarang aku belum menemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri. =___=

"Mimpi Adalah Dunia Fantasi yang Berakhir dengan Tanda Tanya"




Monday, July 23, 2012

Kenangan Bintang

Hari ketiga bulan Ramadhan, aku melakukan tarawih keliling dengan saudara-saudaraku dan ayahku. Ya... aku dan keluarga hanya mencari suasana saja. Kami tarawih keliling ke tempat yang mungkin terletak di desa-desa yang masih banyak sawah membentang. Hawa pada malam itu sangat dingin seperti malam-malam biasa di daerahku.

Pada masjid yang kami kunjungi tenyata tarawihnya bisa dibilang singkat karena tanpa kutbah. Kemudian kami bernostalgia berkeliling desa melewati persawahan yang masih asri. Udara masih sangat segar dan tempatnya masih gelap sehingga masih bisa melihat banyak bintang dengan jelas. Dan saat aku mencoba membuat rasi bintang akupun teringat akan kenangan tentang orang yang masih aku sukai hingga kini.

Dulu pernah ketika kami membicarakan tentang bintang, ya bintang... benda langit yang terlihat kecil dari bumi namun sangat indah saat dipandang. Ketika itu aku sedang berada di rumah temanku. Aku hanya smsan seperti biasa dan aku tidur larut malam. Karena memang orang yang aku suka itu sering heboh sendiri ketika aku tidur larut, ia pun menelepon. Sebelum menelepon aku mengirim pesan "Bulannya cantik ya? tapi sayangnya kurang lengkap, nggak ada bintangnya" dan dia menjawab "Ada kok udah lengkap, ini baru sms kamu" aku pun menjawab "Ih pede , yang bener ya yang lagi sms kamu dong" dan ia menjawab " Iya deh iya kamu bintangnya".

Dan kemudian dia menelepon, membicarakan hal hal konyol denganku dan temanku. Namun memang aneh karena itu sudah jam 12.30 malam dan ia menutup teleponnya. Ketika aku masuk ke dalam rumah temanku ia bertanya pada temanku " eh dia udah tidur?" tanyanya pada temanku dan temanku menjawab "belum" kemudian ia meneleponku lagi hanya untuk menyuruhku tidur. Namun karena kekonyolanku yang saat itu cemburu dengan temanku akhirnya tidak aku hiraukan dan akhirnya aku tidur. Dan di pagi harinya iya mengirim pesan "yaah kemaren kenapa aku malah smsan sama temenmu? nggak seru tau, enak sama kamu"

Namun di balik kenangan bintang itu sekarang aku berpikir.

jika kamu bintang mungkin akan sulit untuk diraih karena memang bintang itu jauh walau terlihat dekat,  bintang memang indah dan banyak namun terkadang bintang tidak terlihat di langit. Berarti kamu memang indah bagiku namun sulit bagiku untuk meraihmu...

Friday, July 13, 2012

Kata-Kata dalam Mimpi


Aku berjalan menuju teras sambil mengeluarkan alat gambar andalanku. Aku berniat menghibur diri dengan menggambar sesuatu yang sesuai dengan apa yang aku rasa. Aku memandangi beberapa tanaman hias di halaman rumahku. Ketika itu pikiranku berlari entah kemana dan tiba-tiba pikiranku diam pada satu kata. Kata-kata itu aku temukan ketika aku tidur beberapa hari lalu.

“Kemustahilan dapat terlihat dalam kemungkinan dan kenyataan”

Aku menemukan kata-kata itu ketika aku sedang tidur. Ketika tidur aku bermimpi tentang suatu kejadian yang memberiku banyak nasehat. Karena mungkin sekarang aku dalam keadaan bukan aku karena aku masih belum terlalu sadar tentang hari-hariku, aku bermimpi tentang beberapa petuah yang aneh.

Ya… memang aku masih sedikit kaget dengan perasaanku yang konyol, Digantungkan cukup lama dan diberi harapan yang cukup kuat namun ternyata aku dihempaskan begitu saja.
Dalam mimpi itu aku diberi banyak kata-kata tentang diriku. Namun satu kata yang masih aku ingat hingga aku terbangun adalah kata-kata tersebut. Aku memikirkan kata-kata tersebut sampai sekarang. Aku berpikir bahwa kata-kata itu benar. Kemustahilan memang dapat terlihat dalam kemungkinan dan kenyataan. Namun mungkin pada awalnya tidak disadari namun setelah dijalani lebih lama hal itu benar-benar terlihat mustahil walau awalnya mungkin.

Seperti yang aku rasakan. Pada awalnya memang sepertinya aku menyukai orang yang benar. Orang yang aku suka memberi respon yang baik tentangku dan orang yang aku suka juga menanggapiku. Aku merasa sangat nyaman walau tidak jelas apa yang dia beri padaku. Namun lambat laun kemustahilan itu muncul. Orang itu menjauh dari hidupku dan menemukan dunianya sendiri, ia menemukan kehidupannya sendiri dan dia melupakanku. Aku tetap menunggunya dan berharap dia bisa mengingatku kembali hingga saat ini. Namun percuma saja, itu mustahil terjadi. Dia semakin jauh walau sekeras apapun aku coba mendekat.

Aku pun akhirnya memilih untuk diam dan perlahan mundur langkah demi langkah walau aku masih menunggunya. Aku hanya tidak mau mengganggu kehidupannya dan dunianya yang baru. Dan mungkin kata-kata yang aku temukan dalam mimpiku adalah sebuah nasihat untuk aku yang selama ini sulit menerima masukan dari orang lain yang berusaha menasehatiku. Kemungkinan bisa menjadi tidak mungkin jika takdir berkata itu “mustahil”.

Monday, July 9, 2012

Kenangan Liburan 2011


Senin, 9 Juli 2012

Hari ini aku masih menikmati liburan, seperti biasanya aku hanya berbaring di rumah saja dan disusul acara untuk pergi ke Jogja. Ya sebenarnya dadakan untuk menukarkan sepatu dan menukar voucher namun tak apa lah. Sepulang dari jogja aku pun diajak untuk berenang, lumayan lelah namun menyenangkan.

Ketika pulang dari berenang aku bergoncengan dengan sepupuku. Seperti biasa kami ngobrol obrolan remaja selayaknya. Dan ketika satu kalimat terlontar aku tersentak hening. “besok besok kamu ada acara nggak? Biasanya pergi terus?”. Aku terdiam sejenak dan kemudian aku menjawab pertanyaan itu. Yang membuatku sedikit terkejut adalah karena kalimat itu mengingatkanku pada kenangan tahun lalu dan membuatku merasa bahwa liburanku kali ini sangat berbeda dan aku rindu tahun lalu.

Tepat satu tahun yang lalu…

Aku mulai mengenal dekat sosoknya…

Tepat satu minggu terakhir liburan sebelum masuk sekolah. Aku menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku dan 1 orang kakak kelasku dan dia adalah orang yang sama yang membuat aku jatuh cinta terlalu cepat. Kami menghabiskan seminggu terakhir sebelum masuk sekolah itu dengan bermain di sekolah. Selama seminggu kami berbagi cerita, canda, dan apapun. Entah mengapa hal itu sangat menarik.

Dan suatu ketika sahabatku mengajakku bermain di sekolah, mungkin itu adalah hari Rabu. Namun ketika itu kami tidak mengajak kakak kelas itu. Dan ternyata yang aku rasakan adalah “hampa”. Entah mengapa terasa lumayan sepi jika tidak ada dia. Ketika itu aku tidak begitu menghiraukan perasaan “hampa” itu karena memang aku bukan orang yang mudah menanggapi hal seperti itu.

Menurutku bercerita dengan sahabat dan dia sangat menyebalkan karena selalu aku yang menjadi sasaran namun itu yang aku rindukan. Dan dia adalah pemanis saat itu. Baru aku sadari sekarang bahwa dia adalah pemanis. Pembuat lelucon yang selalu aku yang kena, menyebalkan namun menarik dan berkesan.

Mungkin masa itu tidak akan terulang lagi. Kini dia telah lulus dan melajutkan SMA. Mungkin memang sekolah kami tidak begitu jauh namun tetap saja. Dia pasti akan mempunyai dunianya sendiri. Dia akan menemukan seseorang yang mungkin spesial. Dan kini aku tidak banyak berharap.

Dan hingga saat ini aku masih jadi secret admirer baginya. Memang sulit selama 1 tahun aku merasakan berbagai rasa manis, masam, pahit jatuh cinta padanya namun kini aku mulai terbiasa. Kadang ketika aku teringat tentang kakak kelasku itu aku hanya dapat tersenyum dan merintih dalam hati “aku merindukanmu dan saat bersamamu itu”. Namun kadang aku merasakan sakit dalam hati namun kini aku hanya tersenyum akan semua itu.

Mungkin aku memang terlalu muda untuk merasakan perasaan itu dan mungkin banyak yang mengatakan ini cinta monyet, aku hanya tersenyum karena mungkin itu benar namun aku tidak tahu bahwa selama ini aku harus merasakan itu. Aku beruntung mengenalnya walau aku tahu ini tak lama, hanya sesaat aku merasakan semua ini namun aku beruntung…