Tuesday, May 21, 2013

Mengapa Kita Bertemu Lagi?

Bagaimana perasaan kalian jika kalian bertemu orang yang kalian sayangi setelah satu tahun berpisah? Apakah mungkin masih ada perasaan yang sama seperti dulu? Perasaan itu cukup aneh.

Jika kalian membaca tulisan-tulisanku pada bulan July tahun lalu, mungkin kalian heran apakah orang yang dimaksud sama. Ya orang yang dimaksud masih sama. Mungkin memang konyol karena aku masih memiliki perasaan yang sama.

Seminggu yang lalu aku bertemu dengannya. Aku bertemu dengannya di sekolahku ketika aku bekerja untuk acara perpisahan sekolah. Hal itu tidak pernah aku duga sebelumnya. Ketika itu aku sedang duduk sambil membawa makanan di tangan. Tiba-tiba temanku datang dan berbicara padaku "Mi, coba kamu keluar deh, pasti kamu kaget". Aku terkejut, aku kira ada apa-apa dengan temanku, namun ketika aku berjalan..........

Aku melihat sosoknya tepat di muka pintu. Aku sangat terkejut dengan detak jantung yang tidak beraturan. Aku berkata kepada temanku "Kamu bodoh! Kenapa tidak bilang dari awal!". Dan kemudian aku masuk ke dalam kelas dan melewati "dia" dengan kepala tertunduk kaku. Aku duduk ke tempat awal aku duduk tadi. Namun tiba-tiba "dia" berkata "Dasar sombong". Seketika ruangan menjadi hening tanpa ada yang menjawab dan akhirnya aku menjawabnya "Eh? Bukan aku yang sombong, tapi kamu yang sombong". Dan kemudian "ia" menjawab "Heleh, kamu sombong. Baru ketemu aja udah nggak nyapa, nggak ngapain, nggak nyalamin". Seketika aku kaget dan menjawab dengan segera "Oh gitu, maumu gitu. Yaudah sini aku salamin dulu". Aku menjawab tanpa pikir panjang dan sebenarnya aku menjawabnya dengan suara yang sedikit bergemetar.

Kemudian aku datang menghampirinya. Dengan kepala lurus dengan pandangan ke tangannya, aku beranikan diri untuk menjulurkan tanganku agar dia menyalamiku. Disana aku merasa ia melihatku agak lama. Tangan kiriku mulai gemetar. Aku menunggu cukup lama hingga dia menyalamiku. Setelah aku melepas tangaku ia berkata "Dasar bocah" dengan hiasan senyum manis di wajahnya. Aku tak sanggup menatapnya lama-lama dan akhirnya aku kembali ke tempat dudukku.

Suasana setelah itu sangat hening. Tak ada satu pun teman yang mengajakku bicara. Di sana aku mulai salah tingkah dan seluruh tubuh hingga bibirku mulai gemetar, namun aku hanya bisa diam. Aku salah tingkah hingga "dia" pulang. 

Setelah ia pulang, aku pun berkata pada teman-temanku "Hey! Aku konyol! Tubuhku bergetar hebat, aku deg-deg an. Aku masih suka dengannya" dengan nada yang semakin turun. Salah satu temanku berkata "Apa kamu nggak denger tadi dia waktu pamit? Dia pamit untuk kamu Mi!". Aku terkejut dan berpikir.....

"Apakah Tuhan mempunyai rencana di balik kehadirannya?"

No comments:

Post a Comment