Tuesday, May 21, 2013

Mengapa Kita Beretemu Lagi? (Part II)

4 hari setelah kejadian yang membuatku bergetar hebat, aku mendapatkan suatu kenyataan yang membuat aku jatuh seperti tahun lalu. Kenyataan ini aku dapatkan ketika tidak sengaja "ia" datang lagi ke sekolah. Ketika itu hari sudah sore, aku dan teman-temanku sudah siap untuk pulang. Namun dalam hitungan detik, ia pun datang. 

Ketika melihat ia datang, aku hanya terdiam tanpa ada reaksi. Teman-temanku terlihat sangat heboh dan senang karena mereka rasa aku senang bertemu dengan "dia". Mungkin memang benar aku senang namun itu sakit. Temanku menagajaknya untuk mengobrol dan menahannya agar tetap berada di situ cukup lama. Namun, aku terkejut pada suatu percakapan. 

Temanku bertanya padanya "Hey kak, apa kamu udah punya pacar?". Setelah pertanyaan itu terlontar aku hanya diam dan menunduk dan berharap agak "dia" menjawab "tidak". Dan akhirnya "ia" menjawab "hmmm a.....da". Mendengar jawabannya, aku menjerit dalam hati. Pikiranku terkoyak seperti semua warna cat tumpah di pikiran. Perasaanku seakan keras membatu ketika itu. Kepalaku tertunduk kaku. Air mataku tertahan tak mau menetes. Argh... entah apalagi yang bisa aku katakan. Sebenarnya aku sangat kacau ketika jawaban itu terlontar dari mulutnya. 

Setelah "dia" pergi, semua pandangan temanku mengarah kepadaku. Aku berlagak tidak tahu apapun, aku tersenyum sebisaku. Kata "kamu nggak apa-apa, Mi?" banyak keluar dari mulut mereka. Aku hanya bisa tersenyum seakan semuanya bukan masalah dan menyakitkan. 

Alasanku untuk tersenyum adalah agar rasa sakitku tidak bertahan lama. Jika aku marah atau sedih semua akan percuma, karena orang lain juga tidak bisa merasakan hal yang sama seperti aku walau banyak yang berkata "Aku pernah merasakan seperti kamu" namun perasaan semua orang itu berbeda.

Kehilangan dia di tahun lalu cukup membuatku kehilangan akal sehat. Namun sekarang aku tidak boleh melakukan kebodohan itu lagi. Aku yakin Tuhan mengirimkannya kembali untuk mengujiku. Namun setelah aku bertemu dengannya pikiranku seakan bangkit untuk menjadi lebih baik lagi. Tanpa "dia" mungkin aku bukanlah aku yang sekarang.

"Maknailah setiap orang yang pernah masuk di kehidupanmu walau kadang itu menyakitkan"

No comments:

Post a Comment